Kuasai Teknik Analisis dan Desain Sistem Menggunakan AI : Pendekatan Modern dalam Rekayasa Sistem Informasi
Oleh : Endang
Wahyuningsih, S.Kom., M.Cs.
Dosen Prodi
Sistem Informasi Akuntansi UTDI
Bidang Minat
Penulis : Analisis & Desain Sistem dan Sistem Basis Data
Saat ini, untuk membuat analisis dan desain Sistem Informasi dapat dibantu dengan menggunakan AI, tetapi, jika kita tidak mengetahui konsep yang benar untuk membuat analisis dan desain sistem, maka dapat menjerumuskan kita sendiri. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang benar terlebih dahulu tentang analisis dan desain.
Analisis
Sistem dapat didefinisikan sebagai berikut : “ penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke
dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan
mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,
hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga
dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya “.
Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (systems
planning) dan sebelum tahap desain sistem (systems design). Tahap analisis merupakan tahap kritis dan sangat penting,
karena kesalahan yang terjadi di dalam tahap analisis ini akan mengakibatkan
kesalahan di tahap selanjutnya.
Pada saat membuat analisis dan desain sistem membutuhkan:
- Pengumpulan kebutuhan (elicitation)
- Analisis proses bisnis
- Pembuatan desain (Menggunakan DAD/DFD atau Diagram-diagram UML)
- Perancangan arsitektur sistem
- Validasi kebutuhan dengan stakeholder
Tetapi dengan cara tradisional ini, banyak ditemukan masalah-masalah, diantaranya adalah : proses ini sering lambat, manual, dan rawan kesalahan, serta banyak analis (terutama pemula) kesulitan membuat artefak yang rapi, konsisten, dan lengkap.
Dengan adanya AI, maka dapat membantu tugas analis dalam :
Menganalisis teks &
kebutuhan secara otomatis
Membuat diagram berbasis deskripsi
Menyusun Software Requirements Specification (SRS), user stories, skenario use case
Mengoptimalkan arsitektur dan alur proses
Memberikan alternatif desain dan skenario perbaikan
Menghasilkan dokumentasi secara lebih cepat dan terstruktur
Begitupun manfaat yang didapatkan dengan adanya AI adalah :
- Efisiensi Tinggi : Dokumentasi yang biasanya memakan waktu berhari-hari bisa selesai dalam hitungan jam.
- Dokumentasi Lebih Konsisten : AI menjaga konsistensi istilah, struktur, dan logika antar artefak.
- Mempermudah Pemula : AI membantu memandu langkah demi langkah, sehingga pemula dapat menghasilkan desain profesional.
- Meningkatkan Kualitas Rekayasa Sistem : Artefak (UML, BPMN, SRS, arsitektur) menjadi lebih lengkap dan sesuai standar.
- Mengurangi Error : AI dapat mengidentifikasi ambiguitas, missing requirements, atau konflik desain.
Dalam dunia industri modern :
- Transformasi digital menuntut proses desain sistem yang cepat dan presisi.
- AI menjadi katalis dalam rekayasa sistem informasi.
- Perusahaan mulai mengadopsi AI copilot untuk para analis dan arsitek sistem.
Penggunaan ini cocok digunakan dalam:
- Pengembangan sistem informasi skala kampus
- Sistem HR (Human Resources), CRM (Customer Relationship Management), dan ERP (Enterprise Resource Planning)
- Pengembangan aplikasi pemerintah
- Startup digital
- Proyek software
Dengan adanya penjelasan ini, dapat ditarik Kesimpulan bahwa AI bukan menggantikan peran analis, tetapi menjadi tool superpower untuk mempercepat pemahaman masalah, mendesain solusi yang tepat dan menghasilkan dokumentasi berkualitas tinggi. Semua tetap ada di tangan analis dan desain sistem. Sebelum menggunakan AI, penguasaan tentang membuat analis dan desain sistem harus tetap diutamakan, sehingga hasil juga sesuai dengan yang diharapkan.