Terbitan

Memberdayakan Mompreneur melalui Analitika Data: Inspirasi Hari Ibu 2025

  • Penerbit KEDAULATAN RAKYAT
  • Tanggal Terbitan 09-01-2026
Memberdayakan Mompreneur melalui Analitika Data: Inspirasi Hari Ibu 2025

Memberdayakan Womenpreneur melalui Analitika Data: Inspirasi Hari Ibu 2025

Oleh : Erna Hudianti Pujiarini, S.Si., M.Si.
Dosen Prodi : Informatika Universitas Teknologi Digital Indonesia
Bidang Minat Penulis : Analitika Data, Statistika Terapan

Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember bukan hanya momen untuk menghargai peran ibu dalam keluarga, tetapi juga kesempatan merayakan kontribusi perempuan sebagai penggerak ekonomi nasional. Di tengah era digital, perempuan entrepreneur atau yang sering disebut "mompreneur" semakin menonjol, terutama dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut data terbaru, lebih dari separuh pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, menjadi kekuatan utama dalam ekonomi digital rakyat.

Analitika data, atau data analytics, merupakan proses menganalisis data mentah untuk mendapatkan wawasan yang actionable. Bagi mompreneur, khususnya ibu rumah tangga yang membagi waktu antara bisnis dan keluarga, teknologi ini menjadi penyelamat. Misalnya, melalui tools seperti Google Analytics atau platform lokal seperti Gojek Analytics, mompreneur bisa memantau pola penjualan, perilaku pelanggan, dan tren pasar secara realtime. Analitika data membantu mereka beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, seperti fluktuasi harga bahan baku atau dampak pandemi.

Di Hari Ibu 2025, kisah sukses mompreneur semakin menginspirasi. Sheyla Taradia Habib adalah pendiri Beeme Mom and Baby Skincare, merek perawatan kulit lokal asal Lampung yang lahir dari kebutuhan pribadinya sebagai ibu dengan kulit sensitif untuk membuat produk aman bagi anak. Dimulai dari formulasi rumahan, Beeme berkembang menjadi bisnis yang sukses, meraih penghargaan seperti Top Brand Award, dan berhasil memberdayakan banyak ibu rumah tangga sebagai reseller serta membangun komunitas "Ibuku Bahagia"., Sheyla memanfaatkan literasi digital untuk menganalisis data penjualan dan membangun komunitas online.

Begitu pula Devy Natalia pendiri dan Brand Founder dari Bohopanna, merek fesyen anak lokal Indonesia yang dikenal dengan pakaian bayi dan anak-anak yang terbuat dari bahan premium, nyaman, dan terjangkau yang kini menembus pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, hingga Spanyol. Ia dikenal adaptif dalam memanfaatkan analitika data dan fitur digital seperti live streaming untuk meningkatkan penjualan dan memahami preferensi pasar. Kisahnya menunjukkan bagaimana analitika data membantu mompreneur menskalakan bisnis tanpa mengorbankan peran sebagai ibu.

Tak kalah inspiratif, Novia Candra Dewi adalah pendiri dan CEO foxandbunny, sebuah merek mainan edukasi yang menjadi pelopor Premium Busy Book di Indonesia sejak 2016. Usaha ini bermula dari pengalaman pribadi Novia saat menghadapi anaknya yang kecanduan gadget. Karena sulit menemukan media edukasi interaktif yang terjangkau di pasar lokal, ia berinovasi membuat busy book atau quiet book sendiri. Bisnisnya tidak hanya sukses secara finansial, tapi juga memberi dampak edukasi pada anak-anak, sekaligus membantu ibu lain mengatasi ketergantungan gadget.

Kisah-kisah ini mencerminkan bagaimana perempuan, dengan ketangguhan sebagai ibu, mampu mengintegrasikan analitika data untuk mencapai kemandirian ekonomi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa partisipasi kerja perempuan meningkat, meski masih tertinggal di sektor formal, dengan 66% pekerja informal adalah perempuan. Analitika data membantu mengatasi hal ini dengan menyediakan insights untuk ekspansi bisnis.

Tantangan tetap ada, seperti akses terbatas terhadap teknologi di daerah pedesaan atau keterampilan digital yang masih rendah. Namun, inisiatif pemerintah dan swasta, seperti program Program wirausaha perempuan atau Womenpreneur di bawah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) merupakan inisiatif strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui literasi digital dan penguatan kapasitas bisnis.

Dalam rangka Hari Ibu, mari kita apresiasi peran ganda perempuan sebagai ibu dan entrepreneur. Analitika data bukan sekadar alat, melainkan katalisator pemberdayaan yang membuat Indonesia maju. Dengan terus mendorong inklusi digital, kita bisa mewujudkan masyarakat di mana setiap ibu entrepreneur berjaya. Selamat Hari Ibu!