Terbitan

Internet of Things (IoT) atau LAN of Things (LoT)?

  • Penerbit KEDAULATAN RAKYAT
  • Tanggal Terbitan 10-07-2026
Internet of Things (IoT) atau LAN of Things (LoT)?

Internet of Things (IoT) atau LAN of Things (LoT)?

Oleh : Totok Budioko, S.T., M.T.
Dosen Prodi : Teknik Komputer S1 Universitas Teknologi Digital Indonesia
Bidang Keminatan Penulis : Embedded System, Networking, Arsitektur Komputer, Internet of Things

Internet of Things (IoT) adalah salah satu bidang yang mulai berkembang dan diaplikasikan di berbagai bidang. Beberapa contoh aplikasi misalnya di pertanian "mesin penyiram tanaman menggunakan Google Alexa", di perikanan "mesin pemberi pakan ikan melalui smartphone", di rumah tangga "menyalakan dan mematikan peralatan rumah tangga melalui smartphone" dan lain sebagainya.

IoT terdiri atas peralatan IoT, koneksi internet dan protokol. Peralatan IoT adalah sistem tertanam (embedded system) dengan satu atau lebih sensor untuk membaca data lingkungan (mis. suhu, kelembaban, getaran dll), dan satu atau lebih aktuator untuk mengubah parameter lingkungan (mis. motor listrik, pompa air, lampu, selenoid dll) yang dikendalikan oleh mikrokontroler atau system on chip. Peralatan IoT dilengkapi dengan peralatan jaringan (via kabel, Wifi, Selular, Satelit) untuk koneksi ke jaringan internet. Protokol digunakan sebagai aturan komunikasi antara peralatan IoT dll.

IoT merupakan perluasan penggunaan infrastruktur internet yang semula untuk berkomunikasi antar manusia (web, email, chatting, sosial media) diperluas untuk komunikasi antar mesin, mesin dengan manusia dan sebaliknya. Sehingga pengukuran, pengendalian, dan monitoring jarak jauh tidak perlu menggunakan infrastruktur sendiri.

Kendala dalam implementasi IoT antara lain koneksi internet yang belum menjangkau daerah pinggiran terutama untuk implementasi di peternakan, perikanan, maupun pertanian. Kendala lainnya adalah investasi teknologi IoT masih dirasa mahal apalagi jika menggunakan platform IoT dan layanan cloud. Lalu bagaimana mengatasinya? Apakah harus menunggu ada koneksi internet dan murahnya teknologi? Mari kita bahas!

Misal kita akan menggunakan teknologi penyiraman tanaman otomatis. Komponen yang diperlukan adalah sensor kelembaban tanah, instalasi penyiraman, serta sistem kontroler (Arduino, Raspberry Pi, ESP32, dll). Sistem kontroler akan membaca sensor kelembaban tanah kemudian diproses untuk menentukan kapan pompa menyala untuk menyiram. Sistem ini dapat diterapkan di daerah yang tidak terjangkau internet namun mampu melakukan otomatisasi sistem penyiraman tanaman. Kelemahannya, sistem ini terbatas hanya untuk proses otomatisasi namun tidak mampu menyimpan data kelembaban tanah. Hal ini disebabkan keterbatasan memori pada sistem kontrolernya. Kelemahan lainnya adalah tidak mampu mengirim data kelembaban tanah dan notifikasi secara realtime karena tidak ada fasilitas komunikasi datanya.

Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan jaringan lokal (Local Area Network=LAN) untuk mengkoneksikan peralatan sensor dan aktuator. Dengan LAN, kita dapat menambahkan komputer untuk penyimpanan data kelembaban tanah (database), sistem monitoring (dashboard), dan notifikasi secara realtime menggunakan smartphone. Karena menggunakan LAN maka kita disebut saja LAN of Things (LoT). Kelemahannya, jangkauan dibatasi oleh jaringan lokalnya.

Untuk mengatasi keterbatasan jangkauan dapat digunakan jaringan internet. Peralatan sensor, aktuator, database dan dashboard dikoneksikan ke jaringan internet menggunakan protokol atau platform tertentu. Arsitektur seperti ini mampu menjangkau daerah yang luas namun semua data melewati jaringan internet sehingga biayanya akan besar dan sistem akan gagal jika koneksi internet bermasalah. Arsitektur yang lebih hemat adalah dengan memilih data yang melewati jaringan internet, misalnya data notifikasi, data monitoring yang datanya dapat diakses dari manapun. Keuntungannya adalah sistem akan tetap beroperasi menyimpan data dan menyiram tanaman secara otomatis walaupun koneksi internet bermasalah.

Nah jadi akan menggunakan LoT atau IoT? Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan ketersediaan infrastruktur jaringan sehingga sistem dapat optimal dan handal. Jaringan komputer dan IoT diajarkan di Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) khususnya di prodi Teknik Komputer S1. Mari bergabung menjadi mahasiswa Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI).