Terbitan

Agentic AI:Ketika Kecerdasan Buatan Belajar Bertindak Mandiri

  • Penerbit KEDAULATAN RAKYAT
  • Tanggal Terbitan 17-07-2026
Agentic AI:Ketika Kecerdasan Buatan Belajar Bertindak Mandiri

Agentic AI: Ketika Kecerdasan Buatan Belajar Bertindak Mandiri

Oleh:Dr. Widyastuti Andriyani, S.Kom., M.Kom
Dosen Prodi: Magister Teknologi Informasi 
Bidang Penelitian dan Peminatan Penulis: intelligent System

Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat mengenal kecerdasan buatan (AI) generatif melalui kemampuannya menjawab pertanyaan, menulis teks, dan menghasilkan gambar. Namun dunia teknologi kini memasuki babak baru yang jauh lebih transformatif: Agentic AI. Jika AI generatif ibarat asisten yang menunggu perintah, Agentic AI adalah asisten yang mampu memahami tujuan, menyusun rencana, mengambil keputusan, dan mengeksekusi serangkaian tindakan secara mandiri hingga tujuan tercapai.

Perbedaan mendasar keduanya terletak pada otonomi. AI generatif bekerja dalam pola satu pertanyaan satu jawaban. Sebaliknya, Agentic AI bekerja layaknya seorang staf profesional. Ketika diberi tugas menyusun laporan analisis penjualan bulanan, sistem tidak sekadar menulis teks, melainkan secara aktif mengakses basis data, mengolah angka, membuat visualisasi, memeriksa kembali hasilnya, lalu menghasilkan laporan yang utuh. Kemampuan ini didukung oleh empat pilar utama, yaitu perencanaan (planning), penggunaan perangkat eksternal (tool use), memori jangka panjang, dan refleksi diri untuk mengoreksi kesalahan.

Secara teknis, Agentic AI dibangun di atas model bahasa besar (LLM) yang diperkaya dengan kemampuan orkestrasi. Sistem memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil, memanggil berbagai perangkat seperti mesin pencari, kalkulator, atau program lain, kemudian mengevaluasi hasil setiap langkah sebelum melanjutkan proses berikutnya. Arsitektur multiagen bahkan memungkinkan beberapa agen AI berkolaborasi: satu agen berperan sebagai perencana, agen lain sebagai eksekutor, dan agen ketiga sebagai pemeriksa kualitas, menyerupai pembagian kerja dalam sebuah tim.

Dampaknya mulai terasa di berbagai industri. Di bidang rekayasa perangkat lunak, agen AI mampu menulis, menguji, dan memperbaiki kode program secara mandiri. Di sektor layanan pelanggan, agen AI menangani keluhan hingga tuntas, termasuk memproses pengembalian dana. Di dunia riset, agen AI membantu peneliti menelusuri literatur, merancang eksperimen, dan menganalisis data. Berbagai perusahaan teknologi dan konsultan global memprediksi Agentic AI akan menjadi tulang punggung otomasi pekerjaan pengetahuan (knowledge work) dalam dekade ini.

Meski menjanjikan, teknologi ini menghadirkan tantangan serius. Otonomi yang tinggi menuntut mekanisme pengawasan yang ketat agar tindakan agen tetap selaras dengan nilai dan kepentingan manusia. Isu akuntabilitas menjadi krusial: siapa yang bertanggung jawab apabila agen AI mengambil keputusan yang keliru? Karena itu, prinsip human-in-the-loop, yaitu manusia tetap memegang kendali pada keputusan penting, menjadi standar yang tidak dapat diabaikan. Aspek keamanan, privasi data, dan transparansi algoritma juga harus menjadi perhatian utama para pengembang.

Bagi dunia pendidikan tinggi, Agentic AI merupakan peluang sekaligus tantangan. Kebutuhan industri terhadap talenta yang memahami perancangan sistem cerdas, orkestrasi multiagen, dan tata kelola AI yang bertanggung jawab akan terus meningkat. Kurikulum bidang informatika perlu bergerak melampaui sekadar penggunaan AI menuju kemampuan merancang, mengembangkan, dan mengendalikan AI. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi arsitek sistem cerdas yang beretika.

Sebagai langkah nyata dalam merespons perkembangan tersebut, Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) melalui Program Studi Magister Teknologi Informasi (MTI) telah mengintegrasikan topik Agentic AI ke dalam kurikulum dan penelitian mahasiswa. Mahasiswa dibimbing oleh dosen yang aktif meneliti dan memublikasikan karya ilmiah pada jurnal bereputasi untuk merancang solusi berbasis AI bagi berbagai sektor, mulai dari industri, kesehatan, hingga pendidikan. Program ini menjadi wadah bagi profesional maupun calon peneliti untuk menguasai era Agentic AI sekaligus menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. (*)