Terbitan

Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Website Modern, Bagaimana Mengenal Microservices, Backend, Frontend, dan UX?

  • Penerbit KEDAULATAN RAKYAT
  • Tanggal Terbitan 25-09-2026
Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Website Modern, Bagaimana Mengenal Microservices, Backend, Frontend, dan UX?

Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Website Modern, Bagaimana Mengenal Microservices, Backend, Frontend, dan UX?


Oleh :Badiyanto, S.Kom., M.Kom
Dosen: Dosen Prodi Informatika Universitas Teknologi Digital Indonesia Bidang Penelitian dan Keminatan Penulis :Teknologi Web dan Sistem Terdistribusi 

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang terjadi ketika menekan tombol “Beli Sekarang” di sebuah website? Di balik satu klik tersebut, frontend, backend, microservices, database, dan UX bekerja secara berurutan untuk memberikan pengalaman yang cepat dan mudah kepada pengguna.

Frontend: Apa yang Dilihat Pengguna: Misalnya, Anda membuka website toko online dan memilih sebuah laptop. Halaman produk, foto, harga, tombol “Tambah ke Keranjang”, hingga formulir pembayaran merupakan bagian dari frontend. Frontend biasanya dibangun menggunakan teknologi seperti HTML, CSS, JavaScript, serta framework seperti React, Vue, atau Angular. Tugasnya bukan hanya menampilkan informasi, tetapi juga menerima interaksi pengguna dan mengirimkan permintaan ke server. Ketika Anda menekan tombol tersebut, frontend mengirimkan permintaan ke server. Pengguna mungkin hanya melihat perubahan jumlah barang di keranjang, tetapi sebenarnya ada proses yang berjalan di belakang layar.

Backend: Memproses Permintaan: Permintaan dari frontend diterima oleh backend. Backend bertugas memastikan bahwa produk tersebut tersedia, mengambil informasi harga, dan memproses data keranjang. Misalnya, backend menerima permintaan: “Tambahkan laptop dengan ID 123 ke keranjang pengguna.” Backend kemudian memeriksa database dan menjalankan aturan yang diperlukan. Backend juga bertanggung jawab terhadap autentikasi pengguna, validasi data, pengelolaan transaksi, serta berbagai aturan bisnis yang tidak seharusnya dilakukan langsung oleh frontend.

Microservices: Setiap Layanan Punya Tugas: Pada website berskala besar, backend dapat dibagi menjadi beberapa microservices. Ketika Anda membeli laptop, Product Service mengecek informasi dan stok produk. Cart Service mengelola isi keranjang. Saat pembayaran dilakukan, Payment Service menangani proses transaksi. Setiap layanan memiliki tanggung jawab tertentu sehingga perubahan pada satu bagian tidak selalu mengharuskan seluruh sistem diubah. Namun, penggunaan microservices juga membuat sistem menjadi lebih kompleks. Komunikasi antarservice, keamanan, monitoring, dan pengelolaan error harus dirancang dengan baik.

Database: Tempat Data Disimpan: Informasi seperti akun pengguna, produk, stok, alamat, dan riwayat pesanan disimpan dalam database. Microservices dapat mengambil atau memperbarui data tersebut sesuai kebutuhannya. Sebagai contoh, setelah pembayaran berhasil, sistem dapat memperbarui status pesanan dari “Menunggu Pembayaran” menjadi “Dibayar”. Database juga harus memperhatikan keamanan dan konsistensi data. Informasi penting seperti password tidak boleh disimpan dalam bentuk teks biasa, melainkan menggunakan mekanisme hashing yang aman.

UX: Mengatur Pengalaman Pengguna: Semua proses tersebut harus terasa sederhana bagi pengguna. Inilah peran User Experience (UX). Pengguna tidak perlu mengetahui bahwa ada beberapa server dan microservices yang bekerja. Mereka cukup melihat pesan seperti “Pembayaran berhasil”, mendapatkan nomor pesanan, dan mengetahui langkah berikutnya. UX memastikan pengguna dapat memahami website, menemukan informasi dengan mudah, melakukan tindakan tanpa kebingungan, dan mendapatkan feedback dari setiap aktivitas yang dilakukan.

Website Modern: Pengguna mungkin hanya melihat sebuah tombol “Beli Sekarang”, tetapi di belakang tombol tersebut terdapat berbagai komponen yang saling berkomunikasi. Jadi, ketika sebuah website terasa sederhana di depan, biWebsite Modern: Pengguna mungkin hanya melihat sebuah tombol “Beli Sekarang”, tetapi di belakang tombol tersebut terdapat berbagai komponen yang saling berkomunikasi. Jadi, ketika sebuah website terasa sederhana di depan, bisa saja terdapat sistem yang cukup kompleks di belakangnya. Frontend mengurus interaksi dengan pengguna, backend mengatur logika yang berjalan di belakang layar, API menjadi penghubung antarbagian, microservices membagi fungsi berdasarkan tanggung jawab, database menyimpan data, security melindungi sistem, dan UX memastikan semuanya mudah serta nyaman digunakan.